tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Sabtu, 19 Mei 2012


Kabar IPTEK

Material Vulkanik Merapi Diperkirakan Masih 90 Juta Meter Kubik

Rabu, 22 Februari 2012 08:48 WIB

Yogyakarta, (tvOne).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo mengatakan timbunan material vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi akhir 2010 belum banyak terbawa aliran air hujan atau menjadi lahar dingin. Diperkirakan masih sekitar 90 juta meter kubik berada di lereng gunung itu.

"Material vulkanik hasil erupsi 2010 diperkirakan masih sekitar 90 juta meter kubik," kata Subandriyo di Yogyakarta, Rabu, (21/2).

Menurut Subandriyo, hujan 2011 dan 2012 belum banyak membawa material endapan vulkanik, karena intensitas hujan di puncak gunung tidak terlalu tinggi. Intensitas hujan di kawasan puncak Merapi tidak terlalu tinggi, sehingga aliran airnya tidak banyak membawa material vulkanik sisa erupsi. "Dari pantauan kami, belum pernah ada aliran lahar dingin yang besar, dan berbahaya, meskipun potensi itu tetap ada," katanya.

Berdasarkan sebaran material erupsi Merapi, ancaman terjadi banjir lahar dingin di sungai berada di sisi barat gunung akan lebih besar dibanding sisi timur, karena material vulkanik hasil erupsi di sisi barat bersifat menyebar, sehingga mudah terbawa air.

Sementara itu, kondisi timbunan material hasil erupsi di sisi timur Gunung Merapi tidak terlalu menyebar, sehingga tidak mudah hanyut terbawa aliran air hujan, sehingga ancaman terjadinya banjir lahar dingin lebih kecil.

Pada akhir 2011 endapan material erupsi Merapi di Sungai Gendol di sisi timur gunung diperkirakan masih 24 juta meter kubik. Sedangkan di dua sungai di sisi barat gunung, volume endapan material vulkanik lebih kecil, yaitu sekitar 8,2 juta meter kubik di Sungai Putih, dan di Sungai Boyong diperkirakan sekitar 2,4 juta meter kubik.

Subandriyo menegaskan status siaga darurat ancaman banjir lahar dingin masih tetap berlaku. Kondisi hujan lebat dengan intensitas lebih dari 20 milimeter (mm) per jam yang terjadi lebih dari dua jam berturut-turut berpotensi menimbulkan aliran lahar yang berbahaya.

Kondisi material vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi pada 2010 dan kondisinya setelah lebih dari satu tahun, adalah sudah terjadi pengurangan kandungan abu vulkanik. Abu vulkanik yang terkandung dalam material erupsi tersebut, menurut Subandriyo bisa membantu pemadatan material erupsi, namun dalam kondisi tertentu juga bisa mempercepat proses terjadinya lahar dingin.

"Yang mempengaruhi adalah aspek kimia dan fisik dari material erupsi itu sendiri. Kami pun tidak bisa menghitung waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya pemadatan hingag material itu mencapai titik kestabilan," katanya. (Ant)

3774+at
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar