Facebook tvOneNews Twitter tvOneNews RSS tvOneNews
tvOne Newsticker
Kamis, 23 Februari 2012

Kabar IPTEK

Distan Ambil Sampel Ayam Mati Mendadak di Bogor

Sabtu, 28 Januari 2012 23:00 WIB

wabah flu burung
(Antara/Nyoman Budhiana)

Bogor, (tvOne).

Dinas Pertanian Kota Bogor, Jawa Barat, mengambil sampel ayam yang mati mendadak di Kampung Kayu Manis RT 03/RW 01, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, untuk diuji laboratorium.

Sampel diambil dari seekor ayam yang baru mati pada Sabtu (28/1) pagi. Petugas Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Kota Bogor mengambil sampel untuk diuji laboratorium guna mengetahui penyebab kematian ayam tersebut.

Petugas mengambil sampel feses dan lendir pada tenggorokan ayam. Petugas juga membedah ayam dan mengambil bagian dalam tubuh ayam. "Sampel akan kami kirim ke laboratorium Kesehatan Veteriner untuk diketahui secara pasti penyebab kematian ayam," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor, Robert Hasibuan di Bogor.

Terkait banyaknya ayam warga yang mati di RT 03 Kampung Kayu Manis tersebut, Robert mengatakan pihaknya telah melakukan "rapid test" (tes cepat).

Rapid test dilakukan dengan menggunakan alat pengukur seperti alat pengecek kehamilan. Sampel yang diambil berupa feses dan cairan di tenggorokan ayam, lalu diukur.

Dari hasil tes terhadap salah satu bangkai ayam diketahui ayam iotu positif terserang flu burung (H5N1). Meskipun tingkat akurasi tes tersebut 80 persen, lanjut Robert, perlu dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab kematian ayam itu.

"Kami belum bisa memastikan seluruh ayam di sini sudah terkontaminasi flu burung. Perlu uji laboratorium untuk memastikannya," kata dia.

Menurut Robert, penyebab kematian ayam tidak hanya karena flu burung. Pada musim hujan seperti saat ini, ayam bisa juga terkena tetelo. Namun, lanjut Robert, masyarakat perlu waspada dengan melakukan langkah-langkah antisipasi.

Masyarakat diimbau untuk memusnahkan ayam-ayam yang sakit dengan cara membakar. Selain itu, warga yang ayam-ayamnya sudah mati harus membakar ayam serta kandang ayamnya untuk menghindari penyebaran virus.

Untuk mencegah penularan terhadap manusia, Robert mengatakan pihaknya telah melakukan penyemprotan desinfektan ke seluruh kandang ayam milik warga. "Kami akan memberikan vaksin, tapi baru bisa dilakukan jika cuaca tidak hujan," katanya.

Robert juga menghimbau warga untuk menghindari kontak dengan unggas. Bila ada unggas yang mati, warga dihimbau untuk membakar ayam tersebut dan melengkapi diri dengan pelindung. Sebanyak 32 ayam di Kampung Kayu Manis, RT 03/RW 01 mati secara mendadak. Dari hasil "rapid test" Dinas Pertanian pada salah satu ayam, dinyatakan positif flu burung. (Ant)

2634+at
Bookmark and Share

Komentar Kabar
Kirim Komentar