Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Kamis, 2 Juli 2015


Kabar IPTEK

Pemerintah Minta Ilmuwan RI di Luar Negeri Balik ke Tanah Air

Senin, 19 Desember 2011 22:00 WIB

Ilmuwan
(VIVAnews)

Jakarta, (tvOne)

Pemerintah mengimbau ilmuwan Indonesia yang bekerja di luar negeri segera pulang ke Tanah Air untuk bersama-sama membangun negeri ini. Imbauan itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta saat diskusi refleksi akhir tahun "Dari Dunia untuk Indonesia" yang digelar Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, di Jakarta, Senin (19/12).

Menurut Gusti Hatta, saat ini ratusan ilmuwan Indonesia tersebar di berbagai negara dan bekerja sebagai peneliti hingga bekerja di perusahaan raksasa luar negeri. "Banyak orang pintar bertebaran di luar negeri. Pemerintah mengimbau agar mereka bisa pulang ke Tanah Air karena pemikiran dan keahlian mereka sangat dibutuhkan untuk membangun negeri kita yang kaya raya ini. Mudah-mudahan hati mereka tergerak dengan imbauan pemerintah ini," kata Gusti Hatta.

Namun, mantan Menteri Lingkungan Hidup itu memaklumi, para ilmuwan Indonesia tersebut bekerja di luar negeri karena penghasilan yang jauh lebih tinggi dibanding kerja di dalam negeri. "Saya yakin, rasa cinta Tanah Air, tetap mengalahkan persoalan penghasilan. Pasti ada rasa benih rindu, cinta dan sayang Indonesia," ujar Gusti.

Oleh karenanya, Menristek bersama jajarannya telah menginventaris para ilmuwan Indonesia yang ada di luar negeri. Dengan begitu, pemerintah bisa terus menjalin komunikasi dengan anak negeri yang berkiprah di negera lain.

Di tempat yang sama, Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya Iptek, Freddy Permana Zen mengaku khawatir jumlah orang pintar Indonesia semakin banyak yang direkrut negara-negara lain. Untuk mencegah hal itu, Freddy mengatakan, pihaknya terus berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri. "Kita tak mau Indonesia terus kehilangan ilmuwan karena direkrut negara lain," ujarnya.

Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), Andreas Raharso mengatakan, persaingan ke depan antarnegara, bukan lagi persaingan sumber daya alam, tetapi persaingan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dia berharap, pemerintah memberi dukungan pada dunia riset dan penelitian sehingga Indonesia, bisa unggul dari sisi sumber daya manusia. "Walau kita ilmuwan di luar negeri, tapi hati kita tetap untuk Indonesia," kata dia.

Mahasiswa pascasarjana kedokteran asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Universitas Leiden, Belanda, Ahmad Aditya mengatakan, pihaknya terus membangun pertemuan-pertemuan dengan ilmuwan lain melalui organisasi Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional. Menurut Aditya, forum pertemuan tersebut sangat penting untuk memikirkan persoalan-persoalan di Tanah Air. "Pada pertemuan pertama, sudah berkumpul 400 ilmuwan Indonesia yang berkerja di sejumlah negara," ujarnya. (Ant)

6511+ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar